Kenali Milia, Bintik Putih yang Sering Timbul di Kulit

Spread the love

Jika ada benjolan kecil yang berwarna putih, bisa saja itu yang dinamakan milia. Pada umumnya, milia ini tumbuh di area wajah, seperti misal di bagian hidung, bawah mata dan di pipi. Milia ini bisa dialami siapa saja, tapi milia pada anak bayi lebih sering terutama yang baru saja lahir. Milia ini umumnya tergolong tidak berbahaya serta tidak perlu juga milia diobati karena bisa hilang sendirinya. Tetapi ada beberapa kasus milia yang bisa cukup mengganggu. Milia tersebut tidak dapat hilang sendirinya sehingga butuh dilakukan tindakan agar bisa menghilangkannya.

Mengenal Penyebab Terjadinya Milia

Milia ini merupakan istilah gejala penyakit kulit yang digunakan ketika ada benjolan putih berukuran kecil dan tumbuh berkelompok. Kalau hanya satu saja benjolan, maka kondisi ini bukan disebut milia melainkan disebut milium. Selain itu, perlu diketahui juga penyebab milia apa saja.

Baik itu milia atau milium, bisa terbentuk saat sel kulit sudah mati atau pun protein keratin terperangkap pada bagian bawah kulit. Belum diketahui juga secara pasti milia ini mengapa sering tumbuh pada anak bayi yang baru lahir. Tetapi pada mereka orang dewasa, adanya milia sering terkait dengan rusaknya kulit. Berikut ini lebih jelasnya.

  1. Rusaknya kulit karena sering terpapar matahari atau pun luka bakar
  2. Melepuh kulit karena penyakit atau kondisi tertentu, misalnya epidermolisis bulosa, atau cicatricial pemphigoid.
  3. Pemakaian krim kortikosteroid secara jangka panjang
  4. Karena prosedur perawatan kulit tertentu, seperti laser resurfacing dan sebagainya
  5. Kulit melepuh karena tanaman beracun

Mengenal Gejala Milia

Milia ini ditandai dengan adanya benjolan berwarna putih kekuningan atau putih mutiara. Benjolan milia ini ukurannya kecil dengan ukuran diameter 1 hingga 2 milimeter. Meski milia tidak menimbulkan rasa nyeri, benjolan tersebut bisa saja terasa tak nyaman bagi beberapa penderita milia.

Milia tersebut juga bisa terlihat kemerahan serta mengalami iritasi jika bergesekan dengan bahan pakaian yang kasar. Milia ini sendiri bisa tumbuh pada area mana saja, tapi sering muncul secara berkelompok pada beberapa area seperti kulit kepala atau dahi. Area yang sering ada milia yaitu area belakang telinga, dalam mulut, pipi, dada, kelamin, kelopak mata, rahang dan hidung.

Kapan Penderita Milia Perlu Ke Dokter Dan Diagnosis Milia

Milia ini sesuai yang disebut di atas yaitu tak tergolong berbahaya. Milia bisa hilang sendirinya dalam waktu beberapa minggu saja atau beberapa bulan. Namun, kalau milia mengganggu dan tidak hilang-hilang dalam waktu lama, dianjurkan memeriksakan diri saja ke dokter. Kita disarankan membawa anak ke dokter, kalau ada benjolan kulit yang tak kunjung hilang jika sudah 3 bulan.

Dokter bisa dengan mudah untuk mengenali milia cukup dengan melihat seperti apa karakteristik benjolan. Walau begitu, untuk tahu penyebab munculnya benjolan, maka dokter bisa saja melakukan biopsi yaitu pengambilan contoh atau sample jaringan kulitnya. Lalu akan diperiksa jaringan kulit tersebut di laboratorium.

Pencegahan Milia

Milia ini sering kali tidak bisa kita cegah. Meski pun demikian, disarankan menjaga kulit tetap sehat agar bisa mengurangi risiko munculnya milia. Beberapa kiat yang bisa kita lakukan adalah seperti berikut ini.

  1. Konsumsi suplemen vitamin B complex dan E
  2. Bersihkan wajah rutin dengan memakai bebas paraben
  3. Cegah paparan matahari berlebihan dengan tabir surya SPF 30
  4. Hindari produk kortikosteroid tanpa resep dokter
  5. Gunakan perawatan kulit sesuai jenis kulit